Senin, 30 Mei 2011
2011
KONDISI MAN 3 KOTA PEKALONGAN MEMPRIHATINKAN
Sungguh tidak dinyana,Madrasah Aliyah Negeri (MAN)3 Kota Pekalongan,Jawa Tengah keadannya tidak tentram.hal ini tentu ada penyebab,yaitu adanya dua oknum yang tidak bertanggung jawab masing masing Drs.AS dan Drs. S.hal ini dilaporkan sekelompok orang yang 95% terdiri dari guru dan orang tua murid dari MAN 3 Kota Pekalongan yang menginginkan kondisi lebih tentram dan nyaman di sekolah tersebut,
Bebarapa butir perbuatan tercela yang dilakukan oleh dua oknum guru tersebut di atas antara lain : ''adanya beberapa siswa yang pindah masuk(''dimasukan'')tanpa sepengetahuan kepala sekolah dengan dimintai uang sumbangan(pungli)sebesar Rp 2 juta peranak(gratifikasi)
AS bahkan disebut-sebut sering menampar siswa pada saat berada di sekolah dengan tidak beralasan. Oknum guru S juga disebut sering merangkul siswa perempuan pada saat kegiatan belajar mengajar berlangsung.Artinya terjadi pelecehan sexual pada anak di bawah umur''
Tidak sampai disitu, aset sekolah yang diperjualbelikan mereka, melalui lelang sebesar 5 juta berupa lahan dagang(kantin)sekolah,dimana hasil uang penjualan itu tidak jelas sampai sekarang juntrungannya.Arogannya lagi,kedua oknum guru tersebut sering mengancam guru-guru yang tidak sepaham dengan mereka.
Selaku Guru,As menjabat sebagai bendahara,memiliki wewenang seperti ketua yayasan,padahal MAN 3 Kota Pekalongan adalah berstatus Negeri yang menjadikan Kepala Sekolah seolah tak berfungsi dengan baik,Kwitansi stempel dan laporan administrasi lainnya berpusat ke As atau digandakan,membuat guru- guru tidak bisa mengontrol laporan-laporan yang bersifat urgent (penting), Siswa juga di wajibkan mengikuti study tour ke bali oleh kedua oknum tersebut dengan dalih untuk syarat karya ilmiah.mereka mengancam,apabila tidak mengikuti study tour maka siswa yang bersangkutan tidak akan diluluskan atau di keluarkan dari sekolah.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar